Selasa, 01 September 2015

kurikulim 2013



2.1  Pengertian Kurikulum
Secara etimologis, kurikulum berasal dari kata Bahasa Latin curerer yaitu pelari, dan curere yang artinya tempat berlari. Pada awalnya kurikulum adalah suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari mulai dari garis start sampai dengan finish. Kemudian pengertian kurikulum tersebut digunakan dalam dunia pendidikan, dengan pengertian sebagai rencana dan pengaturan tentang sejumlah mata pelajaran yang harus dipelajari oleh peserta didik dalam menempuh pendidikan di lembaga pendidikan.
Berikut ini beberapa pengertian kurikulum yang dikemukakan oleh para ahli:
·         Pengertian Kurikulum Menurut Kerr, J. F (1968): Kurikulum adalah semua pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara individu ataupun secara kelompok, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
·         Pengertian Kurikulum  Menurut Inlow (1966): Kurikulum adalah usaha menyeluruh yang dirancang oleh pihak sekolah untuk membimbing murid memperoleh hasil pembelajaran yang sudah ditentukan.
·         Pengertian Kurikulum Menurut Neagley dan Evans (1967): kurikulum adalah semua pengalaman yang dirancang dan dikemukakan oleh pihak sekolah.
·         Pengertian Kurikulum Menurut Beauchamp (1968): Kurikulum adalah dokumen tertulis yang mengandung isi mata pelajaran yang diajar kepada peserta didik melalui berbagai mata pelajaran, pilihan disiplin ilmu, rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
·         Pengertian Kurikulum Menurut Good V. Carter (1973): Kurikulum adalah kumpulan kursus ataupun urutan pelajaran yang sistematik.
·         Pengertian Kurikulum Menurut UU No. 20 Tahun 2003: Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

2.2  Pengertian Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang melakukan penyederhanaan, dan tematik-integratif, menambah jam pelajaran dan bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran dan diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.

2.3  Tujuan pengembangan kurikulum 2013
Sesuai dengan pengertiannya, kurikulum 2013 bertujuan untuk menghasilkan insan yang produktif kreatif, inovatif dan afektif melalui penguatan sikap keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi dan memfokuskan pada pembentukan kompetensi dan karakter peserta didik.
Landasan hukum yaitu pada UU No 20 Tahun 2003 dikatakan bahwa “Strategi Pembangunan Pendidikan Nasional dengan ini meliputi ….., 2.pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi, ….”
Pasal 35 yang berbunyi “kompetensi lulusan merupakan klarifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.”
Maka diadakan perubahan kurikulum bertujuan untuk melanjutkan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirilis pada Tahun 2004 dengan mencakup komptensi sikap pengetahuan dan keterampilan secara terpadu.
Untuk mencapai tujuan tersebut menuntut perubahan berbagai aspek meliputi:
1.      Proses pembelajaran, dari siswa diberitahu menjadi siswa mencari tahu
2.      Proses Penilaian, dari berfokus pada pengetahuan melalui penilaian output menjadi berbasis kemampuan melalui penilaian proses, portopolio dan penilaian output secara utuh dan menyeluruh sehingga memerlukan penembahan jam pelajaran.

Dalam pembelajaran yang dirancang bedasarkan kompetensi, penilaian tidak didasarkan pertimbangan yang bersifat subjektif.
Beberapa aspek atau ranah yang terkandung dalam konsep kompetensi yaitu:
a.       Pengetahuan (knowledge), yaitu kesadaran dalam bidang kognitif, misalnya seorang guru mengetahui cara melakukan identifikasi kebutuhan belajar, dan bagaimana melakukan pembelajran terhadap peserta didik sesuai dengan kebutuhannya.
b.      Pemahaman (understanding), yaitu kedalaman kognitif, dan afektif yang dimiliki oleh individu. Misalnya seorang guru yang melaksanakan pembelajaran harus memiliki pemahaman yang baik tentang karakteristik dan kondisi peserta didik, agar dapat melaksanakan pembelajran secaara efektif dan efisien.
c.       Kemampuan (skill), adalah sesuatu yang dimiliki oleh individu untuk melakukan tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepaanya, misalnya kemampuan guru dalam memilih, dan membuat alat peraga sederhana untuk memberi kemudahan belajar kepada peserta didik.
d.      Nilai (value), adalah suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah menyatu dalam diri seseorang. Misalnya standar perilaku guru dalam pembelajran ( kejujuran, keterbukaan, demokratis, dn lain-lain)
e.       Sikap (atitude) yaitu perasaan (senang- tidak senang, suka-tidak suka) atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang dating dari luar.misalnya reaksi terhadap krisis ekonomi, perasaan terhadap kenaikan upah/gaji, dsb.
Berdasarkan analisis kompetensi diatas, kurikulum 2013 berbasis kompetensi dapat dimaknai sebagai suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performansi tertentu,sehingga peserta didik dapat melakukkan sesuatu dalam bentuk kemahiran, ketepatan, dan keberhasilan dengan penuh tanggungjawab.

2.4  Implementasi kurikulum 2013
A.   Merancang Pembelajaran Efekif dan Bermakna
Implementasi kurikulum 2013 guru berperan untuk sebagai fasilitator, dengan maksud agar peseta didik dapat memahami isi pembelajaran, misalnya apakah pembelajaran kegiatan pembelajaran dihentikan, diubah metodenya, atau mengulang dulu pembelajaran yang dulu. Guru harus menguasai prinsip-prinsip pembelajaran, pemilihan dan penggunaan media, metode pembelajaran, keterampilan menilai hasil-hasil belajar peserta didik, serta memili dan menggunakan strategi atau pendekatan pembelajaran. Sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan efektif dan bermakna.
Pembelajaran tersebut dapat dirancang oleh guru dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Ø  Pemanasan dan Apersepsi (Alokasi waktu 5-10%)
Dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a.       Pembelajaran dimulai dengan hal – hal yang diketahui dn adipahami oleh peserta didik
b.      Peserta didik di motifasi dengan bahan ajar yang menarik dan berguna bagi kehidupan mereka
c.       Peserta didik digerakkan agar tertarik untuk mengetahui hal-hal yang baru
Ø  Eksplorasi(Alokasi waktu 25-30%)
Eksplorasi merupakan tahapan kegiatan pembelajaran untuk mengenalkan bahan dan mengaitkannya dengan pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik, dengan langkah-langkas sebagi berikut:
a.       Perkenalkan materi standar dan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik
b.      Kaitkan materi standard dan kompetensi dasar yang baru dengan pengetahuan  dan kompetensi yang sudah dimiliki oleh peserta didik
c.       Pilihlah metode yang paling tepat, dan gunakan secara berfariasi untuk meningkatkan penerimaan peserta didik terhadap materi standard dan kompetensi baru.
Ø  Konsolidasi Pembelajaran (Alokasi waktu 35-40%)
Konsolidasi merupakan kegiatan untuk mengaktifkan peserta didik dalam pembentukan kompetensi dan karakter, serta menghubungkan dengan kehidupan peserta didik. Komsulidasi pembelajaran ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a.       Libatkan peserta didik secara aktif dalam menafsirkan dan memahami materi dan kompetensi baru.
b.      Libatkan peserta didik secara aktif dalam proses pemecahan masalah (problem solving), terutama dalam masalah-masalah actual.
c.       Letakkan penekanan pada kaitan structural, yaitu kaitan antara materi standard dan kompetensi baru dengan berbagai aspek kegiatan dan kehidupan dalam lingkungan masyarakat.
d.      Pilihlah metode yang paling tepat segingga materi standar dapat diproses menjadi kompetensi dan karakter peserta didik.
Ø  Pembentukan Sikap, Kompetensi, dan Karakter(Alokasi waktu 10%)
Dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.
a.       Dorong peserta didik untuk menerapkan konsep, pengertian, kompetensi, dan karakter yang dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari.
b.      Praktekkan pembelajaran secara langsung, agar peserta didik dapat membangun sikap, kompetensi, dan karakter baru dalam kehidupan sehari-hari berdasarkanpengertian yang dipelajari.
c.       Gunakan metode yang paling tepat agar terjadi perubahan sikap, kompetensi, dan karakter peserta didik secara nyata.
Ø  Penilaian Formatif (alokasi waktu 10%)
Perlu dilakukan untuk perbaikan, yang pelaksanaannya dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.
a.       Kembangkan cara-cara untuk menilai hasil pembelajaran peserta didik.
b.      Gunakan hasil penilaian tersebut untuk menganalisis kelemahan atau kekurangan peserta didik dan masalah-masalah yang dihadapi guru dalam membentuk karakter dan kompetensi peserta didik.
c.       Pilihlah metodologi yang paling tepat sesuai dengan komnpetensi yang ingin dicapai.

B.   Mengorganisasikan Pembelajaran
Terdapat empat hal, yang perlu diperhatikan berkaitan dengan pengorganisasian pembelajaran dalam implementasi kurikulum 2013 , yaitu :

1.      Pelaksanaan Pembelajaran
a.       Mengintegrasikan pembelajaran dengan kehidupan masyarakat disekitar lingkungan sekolah.
b.      Mengidentifikasi kompetensi dan karakter sesuai kebutuhan dan masalah yang dirasakan perserta didik
c.       Mengembangkan indikator setiap kompetensi dan karakter agar relevan dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
d.      Menata struktur organisasi dan mekanisme kerja yang jelas serta menjalin kerjasama diantara para fasilitator dalam pembentukan.
e.       Merekrut tenaga kependidikan yang memiliki pengetahuan keterampilan dan sikap sesuai dengan tupoksinya.
f.       Melengkapi sarana dan prasarana belajar yang memadai, seperti perpustakaan, labotarium, perlenhgkapan teknis dan perlengkapan administrasi serta ruang pembelajaran yang memadai
g.      Menilai program pembelajaran secara berkala dan berkesinambungan untuk melihat keefektifan dan ketercapaian kompetensi yang dikembangkan , selain itu penilaian juga penting untuk melihat apakah pembelajaran yang berbasis kompetensi sudah dapat mengembangkan potensi peserta didik atau belum.
2.      Pengadaan dan pembinaan dan tenaga ahli
3.      Pemberdayaan lingkungan sebagai sumber belajar
4.      Pengembangan kebijakan sekolah
Diantaranya dalam rangka membantu kelancaran pengembangan pembelajaran berbasisi kompetensi yaitu :
a.       Memprogramkan perubahan kurikulum sebagai bagian integral dari program sekolah secara keseluruhan.
b.      Menganggarkan biaya operasional pembelajaran berbasis kompetensi dan karakter sebagai bagian dari anggaran sekolah.
c.       Meningkatkan mutu dan kualitas guru atau meningkatkan profesionalisme guru
d.      Menyediakan sarpras yang memadai kepentingan belajar dan kompetensi dasar.
e.       Menjalin kerjasama dengan unsur terkait, seperti dunia usaha dan tokooh-tokoh masyarakat.


C.  Memilih dan Menentukan Pendekatan Pembelajaran
Selain pendekatan pedagogi, dalam implementasi kurtilas berbasisi kompetensi dianjurkan juga melakukan pendekatan andragogy, teutama dalam pandangannya terhadap peserta didik.pedagogi diartikan sebagai “the art science of helping”, sedangkan andragogi adalah “the art and science of helping adults learn”yang artinya dalam anragogi adalah menempatkan peran peserta didik lebih dominan dalam pembelajaran,yang meletakkan perhatian dasar terhadap indivudu secara utuh.mka hal-hal yang harus diperhatikan adalah:
a) bagaimana memotivasi peserta didik, dan bagaimana materi belajar harus dikemas sehingga bisa membangkitkan motivasi, gairah, dan nafsu belajar.
b) belajar perlu dikaitkan dengan kehidupan peserta didik agar dapat menumbuhkan kesadaran mereka terhadap manfaat dari perolehan belajar.

memahami hal itu, maka anragogi dapat dikembangkan sebagai salah satu pendekatan pembelajaran dalam menyukseskan implementasi kurikulum disekolah baik sekolah dasar sampai pada sekolah lebih tinggi. Sesuai dengan situasi dan kondisi serta faktor – faktor  penunjang lainnya dengan harapan dapat mengubah sikap ketergantunngan melalui pengarahan diri,dan menghargai harga diri peserta didik.
Secara khusus pembelajaran berbasis kompetensi dalam kurtilas adalah:
Ø  Pembelajaran harus dapat menekankan pada praktek, baik di lab atau un dimasyarakat.
Ø  Pembelajaran harus dapat menjalin hubunngna sekolah denngan masyarakat, maksudnya guru harus jeli melihat berbagai  potensi masyarakat yang bisa didayagunakan sebagai smber belajar,dan menjadi penghubung antar sekolah dengan lingkungannya.. 

Ø  Perlu dikembangkan iklim pembelajran yang demokratis, dan terbuka melalui pembelajaran yanng terpadu, partisipatif dan sejenisnya.
Ø  Pembelajaran perlu lebih ditekankan pada masalah aktual yang secara langsung berkaitan dengan kehidupan nyata yang ada dimasyarakat
Ø  Pengembangan sisitem pembelajaran “ moving class “.
Implementasi Pembelajaran dengan kurtilas berbasis kompetensi yaitu:
·         Pendekatan pembelajaran kontektual (contextualteaching dan learning)
·         Bermain peran
·         Pembelajaran partisipatif ( participativ teaching and learning)
·         Belajar tuntas ( Masstery Learning)
·         Pembelajaran kontruksivisme

2.5  Perbandingan Kurikulum 2013 dengan KTSP 2006

Perbandingan tata kelola pelaksanaan kurikulum
Elemen
Ukuran Tata Kelola
KTSP
Kurikulum 2013
Guru
Kewenangan
Hampir mutlak
Terbatas
Kompetensi
Harus tinggi
Sebaiknya tinggi,bagi yang rendah masih terbantu dengan adanya buku
Bebasan
Berat
Rigan
Efektifitas waktu untuk kegiatan pembelajaran
Rendah (banyak waktu untuk persiapan)
Tinggi
Buku
Peran penerbit
Besar
Kecil
Variasi materi dan proses
Tinggi
Rendah
Variansi harga/ bebas siswa
Tinggi
Rendah

Siswa
Hasil pembelajaran
Tergantung sepenuhnya pada guru
Tidak sepenuhnya tergantung pada guru, tetapi juga buku yang disediakan pemerintah

Titik penyimpangan
Banyak
Sedikit
Pemantauan
Besar penyimpangan
Tinggi
Rendah
Pengawasan
Sulit, hampir tidak mungkkin
Mudah
Penyusunan silabus
Guru
Hampir mutlak (dibatasi hanya oleh SD-KD)
Pengembangan dari uyang sudah disiapkan
Pemerintah
Hanya sampai Sk-KD
Mutlak
Pemeintah daerah
Supervisi penyusunan
Supervisi pelaksanaan
Penyediaan buku
Penerbit
Kuat
Lemah
Guru
Hampir utlak
Kecil, untuk buku pengayaan
Pemerintah
Kecil,untuk kelayakan untuk penggunaan disekolah
Mutlakuntuk buku teks, kecil untuk buku pengayaan
Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran
Guru
Hampir mutlak
Kecil, untuk pengembangan dari yang ada pada buku teks
Pemerintah daerah
Supervisi penyusunan dan pemantauan
Supervisi pelaksanaan dan pemantauan
Pelaksanaan pembelajaran
Guru
Mutlak
Hampir mutlak
Pemerintah daerah
Pemantauan kesesuaian dengan rencana (variatif)
Pemantauan kesesuain dengan buku eks (terkendali)
Penjaminan mutu
Pemerintah
Sulit, karena variasi terlalu besar
Mudah, karena mengarah pada pedoman yang sama

A.    Perbedaan esensial kuriulum 2013 dengan KTSP 2006
a.       Perbedaan esensial kurikulum SD
KTSP 2006
Kurikulum 2013
Status
Mata pelajraan tetentu mendukung kompetensi tertentu
Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi (sikap, keterampilan, pengetahuan)
Benarnya
Mata pelajaran dirancang bersiri sendiri dan meiliki kompetensi dasar sendiri
Mata pelajaran dirancang terkait satu dengan yang lain dan memiliki kompetensi dasr yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas
Benarnya

Bahsa indonesia sejajar dengan mapel lain
Bahasa indonesia sebagai penghela mapel lain(sikap dan keterampilan berbahasa)
Idealnya
Tiap mapel diajarkan denngan pendekatan tyng berbeda
Semua mapel diajarkan dengan pendekatan yang sama (saintifik) melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar,..
Idealnya
Tiap jenis konten embelajaran diajarkan terpisah (separated curriculum)
Berbagai konten pembelajaran diajarkan terkait dan terpadu satu sama lain
Baiknya

Konten ilmu pengetahuan diintegrasikan dan dijadikan penggerak konten pembelajran lainnya

Tematik untuk kelas III (belum interatif)
Tematik integratif untuk kelas IVI
Baiknya

Kurikulum SD lebih ditekankan pada spek afektif, dengan penilaian yang ditekankan pada non tes dan fortofolio.murid SD tidak lagi banyak menghapal karena kurtilas ini mempersiapkan peserta didik memilliki budi pekerti atau karakter yang baik, sebai bekal untuk mengikuti pendidikan pada jenjang berikutnya.pembelajaran bersifat tematik-integratif, jumlah mapel menjadi 8 mapel, yaitu Agama, PKn, Matematika, B.Indonesia Penjasorkes, seni budaa, IPA, dan IPS.ekskul pramuka wajib, b. Inggri menjadi ekstrakulikuler dan bukan termasuk jam mapel, serta belajar disekolah lebih lama,  karena adanya penambahan jam pelajaran.

B.     Perbedaan esensial SMP  
KTSP 2006
Kurtilas
Status
Mapel tertentu mendukung kompetensi tertentu
Tiap mata pelajaran mendukungg semua kompetensi (sikap, keterampilan, pengetahuan)
Benarnya
Mapel dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar tertentu
Mapel dirancang terkait satu dengan yang lainnya dan memilii dasar yang diikat oleh kompetansi inti tiap kelas
Benarnya
Bahasa indonesia sebagai pengetahuan
Bahasa indonesia sebagai alat  komunikasi dan carier of knowledge
Idealnya
Tiap mapel diajarkan dengna pendekatan yang berbeda
Semua mapel diajarkan dengan pendekatan yang sama, yaitu pendekatan scientifik melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar,
Idealnnya
TIK adalah mata pelajran sendiri
TIK merupakan saran pembelajaran, dipergunakan sebagai media pembelajaran mapel yang lain
Baiknya


C.     Pebedaan esensial Kurikulum SMA/K
KTSP 2006
Kurtilas
Status
Mapel tertentu mendukung kompetensi tertentu
Tiap mata pelajaran mendukungg semua kompetensi (sikap, keterampilan, pengetahuan) dengan penekanan yang  berbeda
Benarnya
Mapel dirancang berdiri sendiri dan memiliki kompetensi dasar tertentu
Mapel dirancang terkait satu dengan yang lainnya dan memilii dasar yang diikat oleh kompetansi inti tiap kelas
Benarnya
Bahasa indonesia sebagai pengetahuan
Bahasa indonesia sebagai alat  komunikasi dan carier of knowledge
Idealnya
Tiap mapel diajarkan dengna pendekatan yang berbeda
Semua mapel diajarkan dengan pendekatan yang sama, yaitu pendekatan scientifik melalui mengamati, menanya, mencoba, menalar,
Idealnnya
Untuk SMA, ada penjurusan sejak kelas XI
Tidak ada penjurusan SMA. Ada mapel wajib, peminatan, antar minat, dan pendalaman minat
Idealnnya
SMA dan SMK tanpakesamaan kompetensi
SMA dan SMK memiliki mapel wajib yang sama terkait dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap
Baikny
Penjjurusan di SMK sangat mendetail
Penjurusan di SMK tidak terlalu detail (sampai bidang studi) di dalamnya terdapat pengelompokan peminatan dan  pendalaman
Baiknya


Menghadapi berbagai perbedaan tersebut, dilakukan langkah penguatan tata kelola dengan cara menyiapkan beberapa hal sebagai berikut:
1.      Buku pedoman pembelajaran yang terdiri dari buku siswa dan buku guru
2.      Guru dilatih untuk mendalami pendayagunaan sumber belajar yang telah disiapkan dan sumber lian yang dapat dimanfaatkan.
3.      Pendampingan dan pemantauan oleh pusat dan daerah terhadap pelaksanaan pembelajaran.
2.6. Kelebihan dan kekurangan kurikulum 2013.

A.    Kelebihan Kurikulum 2013
Ø  Lebih menekankan pada pendidikan karakter. Selain kreatif dan inovatif, pendidikan karakter juga penting yang nantinya terintegrasi menjadi satu. Misalnya, pendidikan budi pekerti luhur dan karakter harus diintegrasikan kesemua program studi.
Ø  Asumsi dari kurikulum 2013 adalah tidak ada perbedaan antara anak desa atau kota. Seringkali anak di desa cenderung tidak diberi kesempatan untuk memaksimalkan potensi mereka.
Ø  Merangsang pendidikan siswa dari awal, misalnya melalui jenjang pendidikan anak usia dini.
Ø  Kesiapan terletak pada guru. Guru juga harus terus dipacu kemampuannya melalui pelatihan-pelatihan dan pendidikan calon guru untuk meningkatkan kecakapan profesionalisme secara terus menerus.

B. Kelemahan Kurikulum 2013
Ø  Pemerintah seolah melihat semua guru dan siswa memiliki kapasitas yang sama dalam kurikulum 2013. Guru juga tidak pernah dilibatkan langsung dalam proses pengembangan kurikulum 2013.
Ø  Tidak ada keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil dalam kurikulum 2013. Keseimbangan sulit dicapai karena kebijakan ujian nasional (UN) masih diberlakukan.
Ø  Pengintegrasian mata pelajaran IPA dan IPS dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang pendidikan dasar tidak tepat, karena rumpun ilmu pelajaran-pelajaran tersebut berbeda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar