Hasil kali beberapa
isometri
A. Refleksi Geser
Definisi
:
Misalkan
s suatu garis dan AB suatu garis berarah dengan AB // s. Suatu refleksi geser G adalah pemetaan yang memenuhi g = MsSAB.
Dari definisi tersebut dapat
dikatakan bahwa suatu refleksi geser adalah suatu geseran yang bukan I yang
dilanjutkan oleh suatu refleksi terhadap garis yang sejajar dengan arah
geseran. Berkenaan dengan sifat transformasi geseran dan pencerminan yang
merupakan isometri, maka G adalah suatu isometric. Selanjutnya garis s tersebut
juga sumbu bagi refleksi geser itu.
Teorema berikut memperlihatkan bahwa
urutan dalam refleksi dapat dibalik.
Teorema:
Misal s garis dan AB garis berarah.
Jika s//AB, maka MsSAB
= SABMs.
Misalkan
r dan t dua garis yang tegak lurus s sedemikian sehingga (r,t) = 1/2 |AB|.
Misal
= (r,s) dan Q = (t,s)
Diperoleh
MsSAB = Mg HQ Hp
= Mg (MgMt)
(MrMs)
= (MgMs) (MrMr)
Mg
=
I SABMs
Jadi
terbukti G = MsSAB = SABMs
Teorema :
Suatu refleksi geser tidak
mempunyai titik tetap.
Satu-satunya garis tetap adalah
sumbunya sendiri.
(Bukti
sebagai Latihan)
Teorema :
Misal t suatu garis dan CD suatu
garis berarah sedemikian sehingga CD tidak tegak lurus t. terdapat suatu
refleksi geser G sedemikian sehingga G = SCDMt
Bukti
:
Misal
titik E sedemikian sehingga CE tegak lurus t dan ED // t.
Diperoleh
|CD|=
|CE|+|ED|.
Misalkan
p suatu garis dengan p // t dan jarak (p,t) = ½ |CE|
Maka
:
SCDMt
= SEDSCE Mt
= SED (Mp Mt)
Mt
= SED Mp (Mt
Mt)
= SED Mp I
= SED Mp = G (
= suatu refleksi geser karena p // ED )
Jadi
terbukti jika t suatu garis dan CD suatu garis berarah sedemikian sehingga CD
tidak tegak lurus t. Terdapat suatu refleksi geser G sedemikian sehingga G = SCDMt
Atau
dapat dikatakan bahwa untuk CD yang tidak yang tidak tegak lurus t, hasil kali
suatu pencerminan terhadap t dan geseran dengan vector Cd sehingga selalu
berupa suatu refleksi geser.
Teorema :
Missal s suatu garis dan A titik
diluar s. Misalkan diketahui suatu sudut dengan besar
.
Terdapat suatu refleksi geser G1 dan G2 sedemikian sehingga
G1 = MsRA.
dan G2 = RA.
Ms.
(dengan
kata lain teorema ini, mengatakan bahwa suatu putaran terhadap A dan diikuti
oleh suatu refleksi terhadap garis s atau sebaliknya merupakan suatu refleksi
geser).
Misalkan
r garis yang melalui A dan r // s.
Misalkan
t garis yang melalui A dengan m (<(t,r)) = ½ 
Diperoleh Ms RA,
= Ms (Mr Mt)
= (Ms Mr) Mt
= SCD Mt
= G1
Terbukti :
Untuk membuktikan RA,
Ms = G2 daoar dibuktikan dengan cara yang
analog dengan bukti diatas.
Perhatikan :
Untuk titik A yang terletak pada
garis s, dapat ditarik garis t melalui A dengan m(<(s,t)) = ½
. Sehingga :
Ms RA,
= Ms (Ms Mt)
=
(Ms Ms)Mt
=
I Mt
=
Mt
(suatu refleksi terhadap t)
Teorema
:
Misalkan
s suatu garis, P titik yang tidak terletak pada s. Misal r garis yang melalui P
tegak lurus s. Maka berlaku :
a.
HpMs merupakan
suatu refleksi geser yang sama dengan MrSAB
b.
MsHp
merupakakn suatu refleksi geser yang sama dengan SCDMr
Bukti :
Missal t adalah garis yang melalui P
dengan t // s dan r garis yang melalui P dengan r tegak lurus s.
Missal AB garis berarah dengan
AB//r, |AB|= 2 kali jarak (s,t) dan CD garis
berarah dengan CD//r, |CD|
= 2 kali jarak (t,s).
Sehinggan HP Ms =
(Mr Mt) Ms
=
Mr (Mt Ms)
=
Mr SAB
Kemudian Ms HP = Ms ( Mt Mr
)
=
(Ms Mt) Mr
=
SCD Mr
Teorema
:
Suatu
refleksi geser G = Ms SCD selalu dapat dinyatakan sebagai hasil kali HbMa atau
MbHA dengan a tegak lurus s dan b tegak lurus s serta A = (a,s) dan B = (b,s),
(a,b) = ½ |CD|
Bukti:
Dari yang diketahui s // Cd, dan a ┴ s, b // a dengan (a,b(= ½ |CD|,maka
G= Ms SCD = Ms ( Mb Ma )
=
(Ms Mb ) Ma
= HB Ma
Kemudian karena berlaku MsMb = MbMs
maka
G= (Ms Mb) Ma
=
(Mb Ms) Ma
=
Mb (Ms Ma)
=
Mb HA
Jadi
terbukti suatu refleksi geser G = Mg SCD selalu dapat
dinyatakan sebagai hasil kali HBMa atau MbHA
dengan a tegak lurus s dan tegak lurus s serta A = (a,s) dan B = (b,s) , (a,b)
= ½ |CD|.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar